Interaksi Biologi

I N T E R A K S I

  1. A.   Pengertian Interaksi

Di dalam suatu ekosistem, antara komponen yang satu dengan yang lainnya terjadi hubungan saling mempengaruhi yang sangat dinamis. Artinya hubungan antara komponen antara komponen satu dengan yang lain tidaklah sederhana dan statis, tetapi mengalami perubahan dan sangat variatif.

Populasi setiap organisme yang menempati daerah tertentu dan berinteraksi satu dengan yang lainnya di sebut dengan komunitas. Dalam suatu komunitas terdapat berbagai macam makhluk hidup yang menempati tempat tersebut dan membentuk hubungan interaksi saling bergantung antara organisme yang satu dengan yang lain. Dengan demikian makhluk hidup maupun biotik dan abiotiknya saling ketergantungan satu sama lannya, seperti sebatang tumbuhan dan seekor hewan akan terjadi interaksi serta bergantung antara satu sama lainnya.

  1. B.   Bentuk-bentuk interaksi Organisme

Di dalam berinteraksi, kita mengenal adanya hubungan makan dan di makan yang terjadi pada organisme. Hubungan tersebut dikenal dengan istilah predasi. Selain hubungan predasi, terdapat hubungan yang bukan merupakan hubungan makan memakan, yaitu persaingan atau kompetensi dan hidup bersama atau Simbiosis. Pada simbiosis ada hubungan yang sangat menguntungkn dan ada hubungan yang sangat merugikan. Dengan demikian bentuk interaksi di antara individu lain jenis dapat berupa simbiosis, predasi, kompetensi.

  1. a.    Simbiosis

Simbiosis adalah interasksi yang sangat erat antarindividu dan lain Jenis. Simbiosis dapat di bedakan menjadi beberapa macam, di antaranya adalah :

  1. Simbiosis Mutualisme, yaitu Interaksi antara dua organisme atau lebihyang menguntungkan kedua belah pihak  dan tidak ada pihak yang dirugikan. Simbiosis yang saling menguntungkan. Misalnya simbiosis Mutualisme antara tanaman Leguminosae (tanaman buah polong) dan Bakteri Rhizobium, dimana bakteri Rhizobium yang hidup dan berkembang dengan baik dalam bintil-bintil akar tanaman kacang polong tersebut, Simbiosis Mutualisme antara rayap dan Flagellata, Ketan merah dan Iguana, semut dan kutu buah, alga dan jamur membentuk lumut kerak (Likenes) serta Tumbuhan berbunga dan lebah.
  2. Simbiosis Paratsitisme yaitu Interaksi dua individu/populasi dimana salah satu individu diuntungkan dan yang satunya lagi di rugikan. Organisme yang di untungkan disebut parasit sedangkan orgabisme yang di rugikan di sebut dengan Inang. Contonya antara lain Benalu yang tumbuh pada ranting pohon mangga,cacing perut, dan cacing tambang yang hidup di usus manusia, antara tali putri dan pohon the, kutu dan hewan piaraan
  3. Simbiosis Komensalisme yaitu interaksi antara individu/populasi yang satu untung sedangkan individu/populasi lainya tidak rugi dan tidaklah untung. Contohnya ikan Remora dan akan Hiu, serta tanaman anggrek dan batangpohon.
  4. b.    Predasi

Predasi adalah interaksi antarindividu/popuasi dimanapopulasi yang satu memangsa populasi yang lain. Pemangsa di sebut predator, sedangkan yang dimakan disebut mangsa. Interaksi predasi antarpopilasi ini menyebabkan terjadinya fluktuasi populasi predator dan mangsa. Misalnya populasi kelinci hutan dengan pemangsanya yaitu kucing hutan.

  1. c.    Kompetisi

Kompetisi atau persaingan terjadi apabila dua populasi menempati habitat dan nisia yang sama. Bila dalam kompetisi tersabut ada salah satu yang kalah maka yang kalah akan mati atau menyingkir dari areal tempat tinggalnya.

  1. C.   Pola-pola Interaksi

Kebutuhan hidup organanisme di peroleh dari lingkungannya, baik lingkungan abiotik maupun lingkungan biotic. Sehubungan dengan itu terjadilah hubungan timbale balik antara individu organisme dengan individu organisme lain atau indivudu dengan lingkungan abiotiknya. Dari hubungan timbal balik tersebut, terjadilah hubungan saling ketergantungan atau interdependensi antar komponen dalam suatu ekosistem.

Adanya saling ketergantungan tersebut menyebabkan di dalam suatu ekosistem terjadinya rantai makanan, Jaring-jaring makanan, aliran energi, aliran materi, dan terjadi siklus biogeokimia.

  1. 1.    Rantai Makanan

Di dalam alam semesta ini hanya tumbuhan hijaulah yang mampu menyusun zat mkanan. Zat tersebut berupa karbohidrat, disusun melalui proses yang di sebut Fotosintesis. Untuk fotosintesis ini memerlukan energi cahaya matahari serta bahan CO₂ dan air. Secara langsung maupun tidak langsung, semua organism heterotrofik bergantung pada tumbuhan, karena zat yang dibutuhkan diperoleh dengan memakan tumbuhan. Sedangkan organism yang tidak memakan Tumbuhan, zat makanannya diperoleh dengan memakan organism lain. Dengan cara memakan dan di makan tersebut maka terjadilah perpindahan zat atau materi serta energi dari suatu makhluk hidup ke mahkluk hidup lainnya. Perpindahan materi atau energi melalui proses makan dan di makan dengan urutan tertentu di sebut rantai makanan.

Sebagai contoh, tanaman dimakan ulat. Selanjutnya, ulat dimakan burung. Oleh karena itu terjadilah aliran meteri atau energy berturut-turut dari tanaman → ulat → burung. Tingkat dari rantai makanan di sebut Tingkat trofi atau taraf trofi yaitu produsen, konsumen primer dan karnivora.

Macam-macam Rantai makanan

  1. Rantai makanan perumput

Apabila tingkat trofi pertama perbentuk rantai makanan tersebut terdiri atas produsen, tingkat berikutnya terdiri atas herbivore, dan tingkat selanjutnya adalah hewan karnivora di sebut rantai makanan perumput. Contohnya rantai makanan perumput, misalnya tumbuhan hijau → Ulat → burung insektivora → burung karnivora. Atau Diatime → larva serangga → ikan kecil → ikan besar.

  1. Rantai makanan Detrius

Apabila tingkat trofi pertama dari rantai makanan terdiri atas fragmen bahan yang telah terurai di sebut rantai makanan Detrius. Rantai makanan macam ini biasanya di temukan di tempat yang kaya bahan organic yang telah mati.

Sisa hewan dan tumbuhan yang telah mati maupun bahan-bahan buangan organism seperti urine dan tinja, merupakan bahan yang kaya akan materi dan energy. Dengan bantuan makhluk-makhluk saprofik seperti bakteri dan jamur, bahan tersebut akan di rombak secara enzimatis. Dan zat hasil cernaannya akan di rombak. Sisadari perombakkan organism saprofik tadi berupa fragmen atau bahan hancuran yang di sebut Detritus. Detritus merupakan makanan hewan-hewan kecil tertentu. Hewan pemakan detritus ini di sebut Detritivora, seperti cacing tanah, lipan, keluwing, kutu kayu, rayap, Nematoda, dan larva serangga. Contoh rantai makanan yaitu :

Detritus → cacing tanah → karnivora (burung, katar, belut)

Organisme saprofik dan detritivora secara kolektif di sebut organism perombak atau decomposer. Penerapan interaksi kompetensi dan rantai makanan dalam komunitas ini di dalam kehidupan sehari-hari, Misalnya :

  1. Pemberantas hama secara biologis, yaitu dengan mengembangkan predator. Misalnya, memberantas kutu loncat dengan kumbang koksi, memberantas tebu dengan serangga, dan lain-lain.
  2. Bercocok tanam dengan sistem tumpang sari, MIsalnya kacang tanah dengan singkong, padi dengan jagung, coklat dengan kedelai.

Adanya interaksi antar individu / populasi di dalam suatu komunitas memberikan beberapa nilai yang amat berguna bagi pengembangan lingkungan hidup. Beberapa nilai tersebut sebagai berikut :

  1. Keterbatasan daya dukung suatu areal pertanian, kolam dan lain-lain yag mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitasnya secara optimal.
  2. Terjadinya interaksi antarpopulasi akan memberikan dampak terwujudnya keseimbangan alam.
  3. Adanya populasi suatu jenis spesies yang menjadi pemangsa populasi spesies lain dapat menjadi pengendali populasi spesies yang dimangsa atau dapat menjadi pembatas.
  4.  Adanya interaksi memungkinkan terjadinya suksesi dan kominitas klimask pada suatu ekosistem.
  1. 2.    Jaring-jaring Makanan

Suatu ekosistem merupakan sumber materi dan energy bagi makhluk hidup lainnya. Dan pada kenyataannya bahwa setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya. Hal ini terutama pada makhluk hidup pemakan serangga atau omnivora, seperti manusia, ayam dan lain-lain. Akibat dari semua itu maka di dalam suatu ekosistem, rantai-rantai makanan itu akan saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperti jaring-jaring. Itulah sebabnya maka di sebut jaring-jaring makanan.

  1. 3.    Aliran Materi dan Energi

Perpindahan Materi atau zat dan energi dari makhluk yang satu ke makhluk yang lainnya di sebut aliran Materi dan aliran energi. Sumber energi primer bagi semua kehidupan di planet bumi ini adalah energi cahaya matahari. Perpindahan energy di dalam ekosistem di sebut aliran energi. Trasformasi energi hanya satu arah, sehingga energi tidak memiliki siklus energi.

Berbeda dengan energi, materi memiliki siklus. Sumber materi primer adalah planet bumi ini.

Bagan daur materi dan aliran energi

Produsen Tumbuhan Berklorofil

Mineralisasi oleh Mikrobe tanah menjadi bahan mineral

Pembusukakn oleh Mikrobe tanah menjadi Humus

Matahari

Sampah Organik Berasal dari Tumbuhan dan Hewan Mati

Konsumen 3 Karnivora Besar

Konsumen 2 Karnivora Kecil

Konsumen 1 Herbivora

Produsen Tumbuhan berklorofil

Keterangan:              : Siklus Mineral

: Siklus Energi

  1. 4.    Piramida Ekologi

Di dalam setiap ekosistem, setiap organisasi akan menempati tingkat trofi tertentu. Tingkat trofi tersebut terdiri atas produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, konsumen tersier dan seterusnya. Jika organisme yang terdapat berbagai tingkat trofi tersebut kita bandingkan maka akan tampak adanya diagram yang berbentuk piramida. Piramida ekologi sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran yang jelas tentang hubungan antarorganisme di dalam suatu ekosistem secara kuantitatif. Ada tiga macam piramida, yaitu :

  1. Piramida Jumlah
  2. Piramida Biomassa
  3. Piramida Energi
  4. Piramida Jumlah

Piramida jumlah adalah menggambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofi. Piramida ini di perkenalkan pertama kali oleh Elton pada tahin 1927. Diagram piramida berjumlah di dapat dengan menghitungkan organisme yang terdapat pada suatu areal. Kemudian di kelompokkan menurut tingkat trofinya.

Piramida jumlah pada suatu ekosistem menunjukkan jumlah individu pada setiap taraf trofi. Dengan membandingkan piramida jumlah pada dua ekosistem yang berbeda, Dapat kita simpulkan bahwa penggunanaan piramida jumlah untuk menggambarkan hubungan ekologi secara kuantitatif adalah kurang tepat. Ada beberapa kelemahan, di antaranya antara lain :

  1. Pada dua ekosistem yang berbeda akan di peroleh gambaran yang tidak menunjukkan hubungan yang tidak sama sekali.
  2. Tidak proporsional menyamakan satu batang pohon dengan sebuah plankton, satu ekor harimau dengan satu ekor laba-laba pemburu.

1

11

Plankton (4.000.000)

Gambar Piramida Jumlah

  1. Piramida Biomassa

Piramida biomassa adalah piramida ekologi yang mendasarkan pada berat atau massa kering total, nilai kalori, atau ukuran lain dari jumlah total organisme hidup dari masing-masing tingkat trofinya. Untuk mendapatkan massa organisme pada setiap taraf trofi dilakukan dengan mencatat jumlah seluruh individu dan menimbang berat kering per satuan volume atau arealnya. Dan apabila dengan menggunakan penaksiran adalah dengan menghitung jumlah individu pada setiap taraf trofi, selanjutnya menimbang berat individu yang mewakilinya.

Di bawah ini adalah bentuk piramida biomassa pada suatu tempat akan selalu mengalami perubahan, bargantung kepada perubahan berbagai faktor luarnya, misalnya Iklim.

Karnivora 2 ( 1,5 gram/m²)

Karnivora 1 (11 gram/m²)

Herbivora (37 gram/m²)

Plankton (807 gram/m²)

Keterangan : Gambar diagram biomassa “Angka menunjukan gram massa kering tiap meter persegi suatu lahan”.

  1. Piramida Energi

Piramida energi ditunjukan dengan kecepatan aliran energi atau produktivitas pada taraf trofi suksesif. Piramida ini paling ideal dan mendasar untuk menunjukan hubungan organisme pada setiap taraf trofi. Pada piramida ini tidak hanya jumlah total energi yang di gunakan pada setiap taraf trofi rantai makanan, tetapi juga menyangkut peranan berbagai organisme di dalam transfer. Di dalam penggunaan energi, makin tinggi tingkat trofinya maka makin efisien. Namun, panas yang di lepaskan pada proses transfer energi menjadi lebih besar. Dan hilangnya panas pada proses respirasi juga makin meningkat dari organism yang taraf trofinya lebih tinggi.

Piramida energi biasanya di nyatakan dalam kalori atau kilo kalori persatuan luas pertahun dan paling berguna diantara piramida lainnya. Namun untuk mendapatkan datanya paling rumit untuk di dapat karena untuk memperoleh data harus dilakukan pengukuran, seperti pengukuran luas, waktu, dan energy suatu organisme. Penggunaan piramida ini jauh lebih menguntungkan, kelebihannya antara lain :

  1. Memperhitungkan kecepatan produksi.
  2. Massa dua jenis organism yang sama tidak selalu memiliki energy yang sama, bila di anggap sama maka perbandingan berdasarkan biomassa akan keliru.
  3. Tidak di temukan piramida terbalik dan dapat di gunakan untuk membandingkan.
  4. Pentingnya kedudukan populasi di dalam suatu ekosistem.
  5. Masuknya energi matahari dapat ditambahkan sebagai segi empat tambahan pada dasar pieramida.
  1. 5.    Produktivitas dalam Ekosistem

Matahari merupakan sumber energi primer bagi semu kehidupan. Energi pertama kali masuk kedalam komponen biotik ekosistem adalah melalui produsen. Produsen menangkap energi cahaya matahari tersebut dan menyimpannya kedalam energi kimia, yaitu berupa bahan organik. Energi kimia yang tersimpan oleh produsen disebut produktivitas.

Produktivitas primer adalah Jumlah total energi kimia yang berupa bahan organik yang di bentuk oleh tumbuh-tumbuhan persatuan luas, persatuan waktu.

Produktivitas primer sering di tulis dengan kalori/cm²/tahun. Namun sering juga dinyatakan sebagai bahan organik kering dalam gram/m²/tahun. Jumlah total energi yang di tangkap dalam bentuk bahan makanan oleh tumbuhan hijau melalui proses fotosintesis, di sebut Produktivitas primer kotor atau PPK. Dan jumlah total energi kimia yang berupa bahan organik persatuan luas, persatuan waktu dikurangi energi untuk respirasi disebut produktivitas primer bersih. Produktivitas primer bersih inilah yang akan di pergunakan oleh manusia dan makhluk heterotrof lainnya.

BIla organisme heterotrof mengkonsumsi produktivitas primer bersih maka materi dan energi akan berpindah dari taraf trofi yang satu ke taraf trofi berikutnya. Bahan yang tidak tercerna akan di buang. Organisme yang mempunyai saluran pencernaan, bahan buangan tersebut berupa feses. Semua bahan buangan ini di namakan egesta. Hewan juga mengeluarkan bahan organik sisa metabolisme seperti urine dan keringan yang di sebut ekskreta. Baik egesta maupun ekskreta masih mengandung energi.  Dari dalam tubuh heterotrof masih ada energi yang hilang, yaitu sebagai akibat respirasi. Hewan juga melakukan pernapasan/respirasi yang juga membebaskan energi.

Jadi, tidak semua energi yang berasal dari produktivitas primer akan sampai kedalam tubuh heterotrof utuh, tetapi akan mengalami pengurangan yaitu berupa egesta, ekskreta, dan energi respirasi. Energi yang tersisa yang telah dikurangi oleh egesta, ekskreta, dan energi respirasi juga masih digunakan oleh reproduksi . Produksi oleh heterotrof ini di sebut produksi sekunder.

Gambar Produktivisi ekosistem “arus energi melalui rantai makanan perumput dan bagan arah energi dengan engka-angka yang menunjukan kJ/m²/tahun.

M

2000                         R                                 R                                     R

E matahari     R  

Autotrof

Fotosintesis      10.000                                                        8000

PPK                              PPB

terserap

Karnivora I

160

Produktivitas sekunder

Karnivora II

16

Produktivitas Sekunder

Herbivora

800

Produktivitas sekunder

Ffdfdwehfdhsfhsd                                 R                                 R

Detritivora dan Perombak

E           Mati           E                   Mati            E               Mati

Keterangan :

R : Energi hilang dari respirasi

E : Energi hilang dari rantai makanan perumputan dan perombakkan melalui

Ekskresi dan pencernaan (tinja)

C : Konsumsi oleh organisme taraf trofi yang lebih tinggi.

Makanan yang dikonsumsikan = tumbuhan + egesta + ekskreta

Penjelasan dari gambar di atas :

  1. Dalam setiap taraf trofi dari rantai makanan, selalu ada energi yang terbuang dan hilang
  2. Panjang rantai makanan akhirnya terbatasi oleh banyaknya energi yang hilang
  3. Dalam transformasi energi mulai dari energi cahaya matahari hingga taraf trofi puncak, menunjukkan adanya peningkatan efisiensi yang baerarti.

Dalam setiap perpindahan energi senantisa adanya energi yang hilang. Tumbuhan sebagai makanan herbivora banyak mengandung bahan-bahan yang sulit  tercerna, seperti selulosa, serat maupun bahan lignin atau bahan tersebut tidak tertransfer ke dalam tubuh herbivora. Sedangkan bahan makanan untuk karnivora mudah untuk dicerna karena memakan hewan lain dan lebih besar di transfer kedalam tubuh.

Produktivitas di bagi menjadi tiga konsep produktivitas, yaitu :

  1. Hasil Bawaan

Hasil bawaan atau biomassa adalah jumlah bahan organik pada waktu tertentu persatuan waktu persatuan luas. Hasil bawaan tersebut dinyatakankan dalam jumlah individu atau biomassa atau kandungan energi dan selalu di tuliskan sebagai berat kering dalam gram/m²/tahun. Suatu populasi yang memiliki hasil bawaan besar menunjukkan hasil natalitas dan moralitasnya rendah.

  1. Perpindahan materi

Perpindahan materi adalah perpindahan dari suatu daerah melalui emigrasi aktif atau pasif atau dengan pengambilan kembali bahan organik dari peredarannya melalui pembentukan deposit. Konsep produktivitas melalui perpindahan materi dari satu daerah persatuan waktu termasuk yang dihasilkan untuk manusia, organisme yang berpindah dari suatu ekosistem dengan cara migrasi dan pengambilan kembali deposit bahan organik.

Hasil potensi maksimum adalah hasil panen terbesar yang dapat dipindahkan dari suatu area dengan kondisi lingkungan dan populasi yang menguntungkan.

  1. Kecepatan Produktivitas

Yang di maksud dengan kecepatan produktivitas atay production rate adalah jumlah materi yang dibentuk oleh setiap taraf trofi dari rantai makanan persatuan luas atau volume. Kecepatan produksi ini merupakan kecepatan proses pertumbuhan yang berlangsung didalam ekosistem oleh produsen, herbivora, karnivora dan lain-lain.

C. Daur BIokimia

Danya peristiwa saling makan dan dimakan, kematian, penguraian, ataupun pembongkaran menyebabkan terjadinya peristiwa perpindahan materi dari komponen ekosistem yang satu ke yang lain. Materi yang berpindah tersebut berupa senyawa kimia dan perpindahannya melewati komponen biotik dan abioti atau lingkungan fisik. Perpindahan materi tersebut melibatkan berbagai komponen ekosistem yang saling terkait, tidak terpurus, sehingga membentuk siklus atau daur. Siklus zat atau materi yang melalui komponen abiotik dan biotik di namakan dengan Siklus biokimia.

Daur biokimia ada tiga jenis yaitu :

  1. Daur udara yang meliputi daur oksigen, karbon, nitrogen, dan sulfur
  2. Daur air
  3. Daur sediman
  4. Daur Nitrogen

Atmosfir bumi mengandung ±79% nitrogen. Di alam bebas jarang ditemukan nitrogen dalam bentuk senyawa karena nitrogen termasuk unsur yang relative sukar bereaksi.

Proses Fiksasi nitrogen dan urutan besarnya pada gambar dibawah ini adalah:

  1. Fiksasi Industri
  2. Simbiosis Alga biru dan bakteri, misalnya rhizobium
  3.  Azotobacter, clostridium
  4. Kilat Petir dengan oksigen dan nitrogen

4

3

2

1

N dalam Atmosfir

Fiksasi N                                                                                     Denitrifikasi

N dalam Hewan

N dalam tumbuhan dan Mikroba

Akan makan

Bahan Organik + Ekskreta

Mati

1

2

3

Senyawa amonia dan amonium

Asimilasi                                                                                                 Mati, ekskreta N urin, tinja

Pembusukan oleh bakteri+fungi   Bakteri Denitrifikasi contojnya Thiobacillus denitrificans dan Pseudomonas denitrifican

Nitrit

Nitrosomonas

} NItrifikasi oleh Bakteri

NItrat

NItrobacter

Nitrogen amat dibutuhkan organisme untuk membentuk asam amino dan kemudian menjadi protein. Beberapa jenis organism yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara, yaitu beberapa jenis bakteri dan gangga hijau-biru yang hidup bersimbiosis dengan jenis tumbuhan tinggi tertentu.

Proses fiksasi nitrogen oleh organisme prokariotik (bakteri dan alga hijau-biru) terjadi melalui kerja enzim nitrogenase dan menggunakan energi dari metabolisme organisme. Dengan adanya enzim tersebut maka fiksasi nitrogen tersebut menggunakan energi relatif kecil.  Tanpa adanya enzim tersebut fiksasi dapat memerlukan nitrogen besar.

Tanah yang subur adalah tanah yang kayaantara lain senyaaw zat lemas atau senyawa nitrogen(untuk tumbuhan adalah ion-ion garam nitrat). Bila nitrat terus menerus di serap oleh tumbuhan maka tanah akan menjadi tandus karena unsur haranya berkurang. Dan untuk menjaganya agar tidak tandus biasanya para petani memberikan pupuk (Pemupukkan). Pupuk yang digunakan antara lain pupuk kandang, hijau, kompas dan buatan. Dan apabila masih belum terpenuhi maka para petani menambahkan pupuk buatan seperti NPK, Urea dan ZA.

Setelah senyawa nitrogen diserap yumbuhan, senyawa tersebut akan berubah menjadi asam amino dan selanjutnya menjadi protein nabati. Dan apabila di makan oleh manusia atau hewan akan di ubah menjadi protein hewani.

Bila tumbuhan mati organisme-organisme yang ada di muka bumi nini akan mati karena tubuhnya mengalami kebusukan. Senyawa Nitrogen akan terurai. Sebagian senyawa nitrogen akan kembali keudara dalam bantuk N₂. dan sebagian lagi akan menjadi gas amonia  . dengan bantuan bakteri NItrosomonas, Nitrosococcus, ammonia akan diubah menjadi senyawa nitrat, melalui proses nitrifikasi. Proses dari pembongkaran protein hingga terbentuknya senyawa nitrat merupakan peristiwa oksidasi. Karena memerlukan oksigen bebas.

Di dalam tanah yang kaya senyawa nitrat tetapi lingkungannya kurang oksigen akan hidup dan berkembang bakteri anaerob. Bakteri ini akan mengubah senyawa nitrat menjadi nitrit dan selanjutnya akan mengubah menjadi amonia atau  Peristiwanya di sebut denitrifikasi.

Proses nitrifikasi sangat menguntungkan tumbuhan tinggi karena membantu menyediakan senyawa nitrat. Sebaliknya peristiwa denitrifikasi sangat merugikan tumbuhan tinggi karena menurunkan kadar nitrat di dalam tanah, sehingga menurunkan kesuburan tanah.

Gas Nitrogen (N₂) di atmosfer

………

Bakteri tanah mengubah       S A M P A H                          Bakteri

Sampah biologis menjadi gas N₂                                                              Memfiksasi nitrogen dalam bahan organic

Daur Nitrogen

 

 

 

  1. Daur Karbon dan Oksigen

Karbon dan oksigen merupakan unsur penyusun semua senyawa organik. Sumber karbon di alam bebas adalah gas karbon dioksida atau CO₂, yang banyak bebas di udara maupun terlarut didalam air. Ada pula karbon yang terletak di kerak bumi sebagai batu bara, minyak bumi, batu kapur, dan gas alam. Sedangkan sumber oksigen adalah sebagai gas yang bebas di udara dan air dalam laut.

Oksigen merupakan zat hasil sampingan proses fotosintetis. Oksigen di perlukan untuk proses pernafasan organisme. Dari proses pernafasaan ini di bebaskan CO₂. Transfer karbon pertama kali di dalam kehidupan adalah melalui proses fotosintesis oleh produsen. Zat organic yang dihasilkan oleh produsen ini merupakan sumber makanan bagi organism heterotrofm, khususnya herbivora.

Ketika tumbuhan dan hewan bernafas akan membebaskan CO₂ ke udara bebas. Pembongkaran senyawa organik oleh Mikroorganisme juga akan membebaskan CO₂ keudara bebas.

  1. Daur Air

Sebagian besar zat penyusun tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Air sebagai pelarut di dalam tubuh juga merupakan zat yang besar fungsinya seperti pengangkutan dan menjaga stabilitas suhu tubuh. Perpindahan dari darat, laut, sungai, rawa, atmosfer, dan antara organism dengan lingkungan melalui siklus air.

Air yang di serap oleh tubuh sebagian untuk proses hidup dan sebagian lagi akan menguap ke udara bebas. Di udara bebas akan di rubah menajadi awan, kondensasi, presipitasi, dan akhirnya turun ke laut atau kedara sebagai hujan. Sebagian air kan meresap ke tanah dan sebagian lagi akan tergenang diatas permukaan tanah.

Adanya evaporasi dan transpirasi menyebabkan kelembaban udara meningkat. Hal ini sangat penting untuk presipitasi atau hujan Hujan akan menyediakan air bagi bumi, dan selanjutnya akan berguna bagi kehidupan di dunia baik itu manusia,hewan, tumbuhan dan organisme-organime lainya. Dengan terjadinya daur air maka keseimbangan air di dalam alam ini akan terjaga.

  1. Daur Sulfur

Sulfur atau belerang merupakan salah satu unsur penyusun protein. Transfer sulfur pertama kali kedalam tumbuhan. Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat. Dengan demikian kebutuhan sulfur bagi organise hetetrof bergantung pada tumbuhan.

Daur Sulfur terdapat di kerak Bumi, atmosfer, di dalam jaringan makhluk hidup, maupun sebagai larutan sulfat. Di atmosfer Sulfur berupa gas SO₂ atau oksida sulfat. Gas oksida sulfur terbentuk dari lelehan belerang dari tambang belerang ataupun gunung berapi serta hasil pembakaran bahan bakar fosil(minyak dan Batu Bara).

Peningkatan kadar gas oksigen sulfur di atmosfer bumi akan menyebabkan terjadinya pencemaran udara

  1. Daur Fosfor

Fosfor merupakan unsure pembentukan asam inti atau asam nukleat, protein, dan adenosine (ATP). Ketiga senyawa tersebut merupakan senyawa organik yang vital bagi kehidupan. Dan daur ini lebih sederhana ketimbang daur lainnya.

  1. D.   Pemanfaat bentuk Interaksi antarmakhluk hidup bagi kehidupan manusia

Hubungan interaksi makhluk hidup yang satu dengan yang lain ternyata dapat di manfaatkan oleh manusia. Sering kita mendengar istilah musuh alami yaitu salah satu cara manusia memanfaatkan interaksi makhluk hidup yang satu dengan yang lain untuk memberantas hama tanaman tertentu. Manfaat yang di rasakan contohnya pada Anjing atau burung hantu yang di gunakan oleh para petani untuk memberantas hama tikus di sawah, untuk memberantas hama lamtorogung yang berupa kutu loncat, manusia menggunakan serangga lain sebagai musuh alami kutu loncat.

Simbiosis Mutualisme antara tumbuhan Leguminosae dan bakteri Rhizobiu, manusia dapat memperoleh lemak dan protein nabati karena kacang tanah mengandung banyak lemak dan protein.

Pada Jamur, dimana antara jamur dan akar tumbuhan. Fungi akan menyerap air dari akar, sedangkan akar akan memperoleh garam mineral yang sudah larut dan zat-zat organik dan fungi. Oleh karena itu hubungan yang erat antara fungi dan akar disebut MIKORIZA.

Dan hubungan simbiosis antara lebah dan Bunga, manusia memperoleh madu yang dikumpulkan oleh lebah dalam sarangnya. Hal ini kita kenal dengan Budi Daya lebah Madu. Dan Masih banyak lagi simbiosis yang dapat di manfaatkan oleh manusia.

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.